Sabtu, 25 April 2009

Jangan Terlena dengan Zona Nyaman anda (From Kick andy.com)

Saya Posting dari http://www.kickandy.com/

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat

source:http://www.kickandy%20.com/index.%20php?ar_id=%20MTEzOA==Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpinredaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orangyang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ¡pecah kongs dengan SuryaPaloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidakmenyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan poweryang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita,tiba-tiba saya mengundurkan diri.Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusansulit.

Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluangbeasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke SekolahTinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uangkuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkandiri dari Metro TV.

Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang sayakagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisamengapa saya keluar dari Metro TV. Andy ibarat ikan di dalam kolam.Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikantersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejaklama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnyaketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My Cheese.BagiAnda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis.Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan oleh seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari keju di tempat lain.Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggusampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadisudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyakdibandingkan di tempat lama.Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasanyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapiperubahan dan tantangan yang lebih besar.

Mereka yang tidak mau berubah,dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yangmenghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yangmendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yangselama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari keju itu sudahtersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti lentera jiwa saya.Memilih arah sesuai panggilan hati.

salam,
Andrianto
andri.13d@gmail.com

0 komentar:

Poskan Komentar