Senin, 27 Juli 2009

Mimpi-mimpi itu akhirnya terwujud juga

…Mas aku pingin deh punya salon, bisa dapet tambahan dari salon malah klo penghasilan dari salon udah gede kan bisa berhenti kerja. Aku bisa santai, ga perlu cape2 kerja kaya sekarang. Bisa banyak waktu buat keluarga, ngurusin kamu sama anak2 kita.

Itulah ucapan istri ku dulu sewaktu kami masih belum menikah tentang mimpi2 nya untuk bisa punya usaha salon. Karena istri ku sering kesalon, walaupun hanya creambath dan lulur…hehehe. Mungkin juga naluri bisnis seorang wanita yang pastinya mimpi2 bisnisnya pun tidak jauh dari dunia wanita.

Tentunya saya bangga saat itu, punya calon istri yang punya DREAM untuk mempunyai usaha sendiri. Punya DREAM untuk lepas dari dunia 85 (masuk jam 8, pulang jam 5). Punya DREAM untuk tidak terikat dengan peraturan, tidak di suruh2. Bisa memantau perkembangan anak setiap waktu, pokonya lepas-pas dari dunia KARYAWAN. Walaupun masih sebatas Mimpi, tapi bukankah tiada kesuksesan tanpa sebuah Mimpi. Karena di awali dengan Mimpi lah, selanjutnya Action akan terjadi. Setelah Action, besar kemungkinan kesuksesan pun akan terwujud.

Episode selanjutnya, kami berusaha untuk mewujudkan dream tersebut. Tapi suara2 di kejauhan sana berkata “Tapi kan salon butuh modal besar, persiapan matang. Lagi persiapan untuk menikah juga, mana mungkin……”. Akhirnya mimpi2 itu kita acuhkan sementara, tanpa meninggalkan semangat yang membara. Lagian kita saat itu sedang focus untuk persiapan Menikah, belajar dari pengalaman2 sebelumnya saat berjualan mie ayam. Kita tidak mau “gabrak-gubruk” dalam memulai usaha, semuanya harus di persiapkan dengan matang.

Setelah menikah, kembali kita lanjutkan untuk mewujudkan mimpi2 itu. Hal pertama yang kita lakukan tentunya mencari tempat usaha. Hampir setiap hari kita mencari tempat usaha yang bisa di gunakan untuk salon, sepulang kerja kita keliling2 seputaran wilayah yang tidak jauh dari tempat tinggal kami. Sunter, warakas, papanggo, Tg Priok, semper makanan kita setiap hari sepulang kerja. Untuk sabtu minggu, coba mencari di lokasi yang aga jauh. Jadi bener2 bisa di bilang ga ada liburnya kita…..hajar terus. Ibarat kata tiada hari tanpa cari tempat. Tapi anehnya ga pernah ketemu tempat yang cocok, mungkin ini juga udah jalan Allah. Dan hal ini pernah saya bahas di postingan saya yang lalu “Buruk / baik menurut kita belum tentu menurut Allah”. Sampai pada akhirnya istri terkena Usus buntu (silahkan baca postingannya di Link ini).

Beberapa waktu setelah itu, setelah istri ku benar2 sembuh pasca operasi usus buntu. Awalnya dia tidak semangat lagi, kayanya semangatnya untuk buka salon udah ilang. Malah dia lebih tertarik pada kerajinan tangan di banding melanjutkan mimpi2 nya. Muncullah usaha kita berikutnya yang walaupun hanya seumur jagung….hehehe hanya berjalan tidak sampai 2 bulan. Padahal perjuangannya luar biasa loh….keluar masuk pasar panas2an. Pergi ke Toko2 buku untuk baca2 buku tentang kerajinan tangan. Dahsyat deh….tapi pasti ada manfaatnya ko walaupun hanya sebentar. Dan di rumahpun masih menyisakan sisa2 sandal & Boneka Flanel yang belum sempet terjual. Belum lagi bahan2 penunjang lainnya. Wah…pokoe stress deh klo di pikirin…hehehe.

Akhirnya di saat kita sudah jenuh di dunia bisnis Boneka Flanel, di saat tidak kita duga2, di saat tidak kita rencanakan. Alhamdulillah, akhirnya kita di berikan jalan. Kita menemukan kios yang strategis yang akan di sewakan oleh pemiliknya. Terbesitlah pikiran di otak kita, akan kita jadikan kios tersebut untuk salon. Tentunya langsung kita hubungi sang pemilik, tanya2 harga sewa, lain2, dan deal kios tersebut kita sewa. Ga apalah saat ini hanya sewa, mudah2an nanti di berikan rizki yang akhirnya kita bisa memiliki kios / ruko sendiri.

Ternyata perjuangan belum berhenti sampai di situ, justru inilah awal. Ibarat perjalanan, jarak yang telah kita tempuh baru puluhan kilometer. Masih menyisakan ratusan bahkan ribuan kilometer lagi untuk di tempuh. Tapi itulah dunia bisnis, penuh dengan tantangan, ketidakpastian dan perjuangan. Mudah2an kita mampu menjalaninya, karena kita ingin hidup kita berarti untuk sesama. Terutama dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan.

Hari2 selanjutnya kita isi dengan kegiatan bersih2 dan renovasi ruang. Semua kerjaan hampir semuanya kita kerjakan sendiri (saya dan bapa mertua), dan optimal hanya di kerjakan sabtu minggu. Jadi wajarlah klo renovasi dan persiapan segala macamnya memakan waktu hampir 2 bulan. Banyak pelajaran dan pengalaman yang kita dapat karena mengerjakan sesuatunya sendiri, di samping mengirit budged tentunya karena tidak perlu membayar orang. Contohnya pada saat kita ingin memasang kaca cermin, karena minim pengalaman kaca pertama yang kita pasang setelah beberapa menit pecah. Padahal untuk bisa terpasang perjuangannya luar biasa. Kesalahannya karena pada waktu memasang antara kaca dengan dinding tidak kita berikan alas atau bantalan, jadi pada waktu kaca terkena panas dan memuai kaca pecah.



Banyak pelajaran2 berharga lainnya yang kami dapat, kami jadi tau & membuktikan kalau segala sesuatunya jikalau di kerjakan bukan pada ahlinya hasilnya akan buruk. Begitupun pada saat kami ingin merubah pintu masuk yang awalnya berupa dorong menjadi geser. Karena tidak ingin repot, kami menggunakan jasa tetangga rumah yang berprofesi sebagai tukang. Tapi bukan hasil bagus yang di dapat, malah kerugian. Kerugian waktu dan biaya. Ada juga pengalaman lucu dan mengesalkan, pada saat saya dan bapa mertua pergi ke daerah poncol untuk beli balok kayu. Kita menggunakan motor, dan pada saat pulang bapa mertua ingin mampir ke toko matrial untuk beli selang. Karena jalan di depan toko satu arah, kita jadinya lawan arah. Dan posisi balok yang kita beli saya berdirikan di samping saya. Untuk yang kenal dengan daerah Poncol atau kali baru, daerah tersebut dipenuhi oleh usaha percetakan. Dari yang skala kecil sampai besar. Pada saat melintas di salah satu percetakan, ada motor bebek yang sedang di parkirkan. Dan celakanya balok yang saya pegang bagian bawahnya tersandung injakan kaki motor yang sedang di parkirkan tersebut. Balok jatuh dan pas mengenai kain screen yang di taruh di depan kios. Kain screen robek yang lumayan panjang, beberapa dari karyawan kios yang kebetulan sedang bersiap2 untuk pulang mengetahui hal tersebut dan meminta penggantian. Mereka meminta ganti rugi 300.000, setelah tawar menawar akhirnya di sepakati sebesar 200.000. Tapi karena saat itu kita tidak membawa uang, akhirnya hanya kita bayar sebesar 100.000 dan sebagai jaminan untuk pembayaran sisanya sayapun menjaminkan KTP saya sama mereka. Sepanjang jalan saya meratapi kejadian itu, nyesel rasanya saya membiarkan bapa mertua jalan di jalan yang lawan arah. Tapi dalam hati mencoba mengambil hikmah, jangan2 karena saya kurang amal.

Sampai di sini sudah selesaikah perjuangan kita untuk memulai usaha salon ? ternyata belum, masih banyak rintangan2 selanjutnya yang mesti kita hadapi. Dari sulitnya mencari karyawan sampai mencari tambahan modal untuk membeli bahan2 perawatan rambut. Bicara modal, dari awal planning yang kita anggarkan ternyata meleset jauh. Hampir 3 kali lipat dari budged yang kita rencanakan. Dalam hati…” wah klo ga sukses mati nih, modal gede banget “.

Ternyata bener juga kata orang, ne’ bisnis kui njelimet mumet (klo bisnis itu rumit bikin pusing). Tapi untuk saya pribadi, bisnis adalah panggilan hidup. Karena tuntutan ekonomi dan niat untuk bisa berguna bagi sesama. Dengan bisnis salahsatunya kita bisa menciptakan lapangan kerja, di saat banyak pemuda bertitel S1 berjubel mencari pekerjaan di bursa lowongan kerja istora senayan dan kemayoran. Sungguh bangga nya klo saya yang hanya berpendidikan biasa saja, justru bisa menciptakan lapangan kerja bukan mencari kerja.

Dan Alhamdulillah segala puji hanya untuk nya, pada tanggal 27 Juli 2009 usaha salon kami yang bernama Zahra Salon resmi beroperasi. Dengan di Bantu 1 karyawan untuk minggu pertama, salon kami siap melayani segala perawatan khusus wanita. Dari potong, lulur, creambath, facial, dll. Menempati lokasi di daerah Sunter Jaya Jl.H Amsir no : 18 (depan SMP 152) telp : 021-97965854 E-mail : salonzahra@yahoo.com website : www.salonzahra.co.cc

Mudah2an segala upaya kami dalam memulai usaha ini di ridhao Allah swt, di mudahkan segala sesuatunya dan di mudahkan dalam menggapai rizki.

Mudah2an berguna untuk memotifasi…

Salam,

Sang perintis
www.salonzahra.co.cc

0 komentar:

Poskan Komentar