Sabtu, 31 Oktober 2009

Dari Seminar " 7 Cara Tidak Gila Menjadi Pengusaha "


Alhamdulillah dengan izinnya, hari ini saya dapat mengikuti seminar yang di adakan IES (Indonesian Entrepreneur Society). Seminar yang di mulai tepat pukul 14.00 ini mengulas tentang Buku terbitan terbaru Pa Bambang Suharno “ 7 Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha “. Pa Bambang Suharno si Penulis buku tersebut sekaligus juga sebagai pendiri dan Direktur dari IES.


Mengapa saya begitu antusias mengikuti seminar ini, jauh2 dari Sunter bersama Istri untuk datang ke seminar ini. Mengorbankan tidak ikut Training Asuransi yang biasanya saya ikuti setiap sabtu pagi. Ini semua karna saya ingin mendapatkan ilmu2 baru, mendapatkan tips2 baru dari para pengusaha2 yang telah membuktikan kesuksesan dari strategi yang mereka terapkan pada usahanya. Sekaligus saya juga ingin tahu lebih jauh mengenai IES dan sepak terjangnya menyebarkan virus2 bisnis selama ini.


Agustus 2006, saya membeli buku “ Langkah Jitu Memulai Bisnis Dari Nol “ yang juga merupakan karangan Pa Bambang. Kabarnya sekarang buku tersebut masih di cari orang & menjadi Best Seller. Dari buku itulah langkah pertama saya untuk berani memulai usaha terwujud. Setelah membaca buku tersebut ko rasanya saya seperti di “gampar”, jadi nekat berani memulai walaupun minim modal & pengalaman. Buku tersebut benar2 menyemangati saya untuk tidak perlu takut gagal & berpikir panjang dalam memulai usaha. Langsung Take Actions aja, seperti kata Purdi E Chandra Pendiri Lembaga Pendidikan Primagama bahwa memulai Bisnis itu seperti mau masuk Toilet. Apa yang anda lakukan klo anda sudah kebelet pingin ke Toilet, pasti langsung masuk aja kan. Mana ada mau masuk ke Toilet mikir2, wah keburu mbrojol di celana dong…hehehe. Begitu juga klo mau mulai Bisnis, langsung mulai aja. Ga usah kebanyakan mikir, nanti malah ga jadi2.


Saya mendapatkan informasi seminar ini dari informasi e-mail IES yang di tujukan ke e-mail kantor saya. Apalagi di judul e-mailnya ada kata2 “Gratis”. Langsung deh tanpa pikir panjang saya daftar bersama istri dan menginformasikan ke beberapa rekan kerja. Dan nyatanya bener2 Gratis seminarnya, hanya membeli makalah Rp.20.000 tapi ini juga tidak di paksakan harus membeli. Selebihnya hanya keluar uang untuk parkir.

Begitu sampai Hotel Sofyan Tebet, langsung menuju ruang seminar. Begitu duduk, saya melihat pemuda yang sedang menyiapkan beberapa peralatan seminar. Sambil peserta antri masuk dan mengisi buku tamu, si pemuda ini terlihat paling sibuk diantara orang2 yang ada di ruangan itu. Berpakaian nya pun biasa saja, sehingga saya mengira pemuda ini adalah seorang Office Boy. Tapi Loh..! ko dia membuka seminar ini, dalam hati saya siapa sih dia ?. Dan Ternyata dia adalah Anang Sambodo, pemilik dari lembaga kursus bahasa inggris Anang Sam English beberapa cabang, pemilik Bibi Loundry Kiloan 2 cabang dan beberapa usaha lainnya. Hebat dalam hati saya, usahanya banyak banget tapi ko Low Profile banget ya.


Mas Anang Sambodo menjadi pembicara pertama dalam seminar ini. Dia mengisahkan awal2 kehidupannya ketika pertama kali ke Jakarta. Karena ingin mendapatkan pekerjaan yang membanggakan orang tua di kampung, ia melanjutkan kuliah sambil berjualan telor asin dari rumah ke rumah. Nyatanya setelah lulus kuliah pun mencari pekerjaan bukan hal yang mudah. Setelah dapat kerja, ternyata penghasilannya tidak sesuai yang di harapkan. Mencoba cara gila jadi Pengusaha dengan keluar kerja dan mencoba berbisnis. Dengan modal hanya Rp.70.000, ia nekat memulai bisnis. Di karuniai keterampilan berbahasa inggris yang lumayan, mengilhami ia untuk membuka Lembaga Kursus Bahasa Inggris dengan nama Anang Sam English yang saat ini telah berubah nama menjadi Uncle Sam English. Tidak punya modal untuk menyewa tempat, tidak membuat ia patah semangat. Kantor IES ia jadikan tempat kursusnya, dan uang Rp.70.000 ia gunakan untuk memasang iklan di Tabloid NOVA. Kurun berjalannya waktu, Anang Sam English mulai di kenal dan mempunyai banyak murid. Hal tersebut membuat Anang Sam bisa menyewa tempat sendiri. Tidak puas hanya di situ, ia pun mencoba bisnis Loundry Kiloan di daerah Bintaro. Sukses di Bisnis Loundry mengilhami ia untuk membuat bisnis2 baru.


Pembicara kedua adalah Waryono, Beliau pernah di liput oleh SCTV pada Liputan 6 Siang. Saat ini beliau masih berprofesi sebagai OfficeBoy di salah satu gedung perkantoran di daerah Jakarta Selatan. Tapi karena tekad kuatnya “ Tidak mau tua di Jakarta” ia menyisihkan penghasilannya sedikit demi sedikit sampai akhirnya terkumpul Rp.500.000 pada tahun 2003. Dengan modal uang itu, ia membuka warung sembako yang di kelola istrinya di rumah. Hasil dari keuntungan sembako, ia putar untuk membeli Traktor sawah yang ia sewakan di Lampung. Dari hasil Traktor ini, ia putar kembali untuk membuka usaha tanaman hias. Terakhir hasil dari tanaman hias di putar untuk membuka pecel lele. Dan rencananya ia akan membuka usaha kampung jajan di daerah pamulang. Gila dalam hati saya, nih orang bener2 TOP banget.


Dan pembicara terakhir adalah Pa Bambang Suharno, yang tentunya membicarakan materi yang berkenaan dengan buku terbarunya. Menurut beliau 7Cara Tidak Gila dalam berbisnis adalah :

  1. Sedekah :

- Kebahagiaan sejati adalah ketika kita memberi ( Tangan di atas)

  1. Menghimpun Modal :

- Tabungan

- Pinjaman ke pihak lain

- Pinjaman ke diri sendiri

- Jual Saham

- Jual barang

- Pembeli bayar di muka

- Menjual Produk orang lain

  1. Cari Peluang Bisnis

- Kebutuhan manusia : Sandang, pangan, papan

- Pendidikan

- Kesehatan, dll

  1. Kerjasama saling menguntungkan
  2. Sisihkan laba untuk pengembangan

- Aplikasi mental uang Produktif : sisihkan sebagian penghasilan untuk menciptakan penghasilan baru

- Gunakan konsep bunga-berbunga : Setiap ada hasil langsung di putar lagi

- Rajin cari lokasi bisnis yang bagus

  1. Ikhlas menerima setiap hasil

- Energi ikhlas membuat lebih sehat dan produktif

  1. Pergaulan Entrepreneur.

- Networking adalah alat ungkit bisnis yang luar biasa

- Usahakan Phonebook di dominasi oleh wirausaha

- Perbanyak pergaulan dengan entrepreneur



Salam sukses

Andrianto

Andri.13d@gmail.com

Founder of salon Zahra

http://andrianto13d.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar